Untukmu yang Kuharap Jadi Pendamping Hidup, Maaf Kita Tak Berjodoh

Diseduh.com – Bermimpi untuk sesuatu yang kita harapkan bukanlah hal yang salah. Seperti memimpikan seseorang hadir di dalam diri kita untuk mengisi ruang yang telah lama kosong. Seperti aku yang memimpikanmu sebagai pendamping hidup.

Namun apadaya, sekuat apapun aku menyangkal takdir, ketika Sang Pencipta mengatakan tidak maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, kali ini aku menerima “tidak” karena untuk sesuatu yang lebih baik.

Untukmu yang pernah aku banggakan di depan orang tuaku

Yang tak pernah kusebut keburukanmu. Meski sering kali sikapmu menyakitiku. Sebuah kesalahan berulang yang terus aku lakukan, mengabaikan peringatan orangtua demi memilih bersamamu. Tak peduli seburuk apa ayah ibu ku mengumbar kelemahanmu , aku tetap memilihmu.

Kamu yang dulu selalu aku banggakan. Demi bersamamu jangankan jalan berkelok nan terjal, yang penuh duri pun ku lalui. Menentang orangtua ku pun aku lakukan. Sebuah penyesalan yang kemudian mendarah daging.

Saat Tuhan sering kali memberi ‘kode’ untuk melepasmu, aku abaikan

Masih jelas dalam ingatan, kala kita terpisah jarak lalu rindu datang menghampiri. Aku ciptakan kebohongan demi kebohongan hanya untuk bisa menemuimu. Dulu aku bilang itu perjuangan cinta. Dih, berlebihan sekali. Setelah ku pikir-pikir apa yang ku lakukan dulu adalah sebuah kebiasaan buruk yang dapat menjadi bumerang bagiku dikemudian hari. Sudahlah bukankah penyesalan selalu berada diakhir cerita?

Tuhan Maha Baik padaku, seberapa sering Dia tunjukan padaku, bahwa langkah yang ku pilih ini salah. Selalu ada keraguan saat aku memutuskan sesuatu yang berhubungan denganmu. Namun aku lagi-lagi mengabaikan. Seperti hembusan angin yang cepat berlalu, begitu pun dengan segala ketakutan yang ada. Merasa pilihanku benar. Dan membiarkan kesalahan-kesalahan itu terus berlanjut.

Kamu yang pernah aku perjuangkan

Pada akhirnya dia yang bersungguh-sungguhlah yang jadi pemenangnya sebagai pendamping hidup. Kamu terlalu naif. Orangtua ku butuh bukti jika dirimu itu memang layak menjadi pendamping hidup. Tetapi apalah daya kamu malah menyia-yiakannya. Kamu terlalu lama mengulur waktu.

Maaf, kita memang tak bisa berjodoh

Pada akhirnya yang mengumbar janji akan kalah dengan dia yang bisa memberi kepastian. Seseorang yang mampu memberi komitmen dan meyakini ayah dan ibuku untuk memilihnya. Seseorang yang tak pernah terlintas dalam do’a malamku.

Tak pernah ku sebut namanya dalam sujudku. Dia yang bukan hanya mengetuk hatiku, namun dengan langkah pasti berani mengetuk pintu rumahku.

Topic:

Artikel Untukmu